
Seperti inilah angkot yang digunakan untuk memperkosa korban
Pelaku pun memasang stereo besar di dalam mobil tersebut. Audio stereo itu dimanfaatkan pelaku untuk menutupi suara berontakan korban saat diperkosa bergilir di dalam angkot.
Di sisi kanan stiker berwarna hitam ada tulisan janda 1/3 dis. Di kaca bagian tengah ada stiker 18+ for adults only. Di bagian depan mobil di dekat setir mobil ada stiker bertuliskan KPK singkatan dari Komunitas Penjahat Kelamin. Ada juga tulisan japra = jablai perawan. Di kaca dalam mobil untuk sopir ada tulisan ‘cowok matik’ yang artinya ‘cowok maksiat tiap detik’. Ada juga tempelan ‘dilarang sembarangan testing = satu tetes bisa bunting’.
Angkot itu pada Kamis, 1 September 2011 malam dikemudikan oleh Yogi. Yogi kala itu bersama 3 temannya melintas di Cilandak dan menawari RS yang sedang menunggu angkot ke arah Jakarta Timur, untuk naik karena menyebut angkot itu akan melewati rutenya. Tak dinyana, angkot itu berbelok arah dan RS dikerjai Yogi dkk di sekitar Jl TB Simatupang, Cilandak.
"Pengunjung Yang Baik Selalu Meninggalkan Komentar"
Posting Komentar