Senada dengan itu, pimpinan Mer-C, Dr Jose Rizal menjelaskan bahwa kepentingan lain yang juga terpukul oleh kebijakan Siti Fadilah bisnis asing yang bergerak dibidang rumah sakit, obat-obatan, alat kesehatan dan perusahaan asuransi.
Perusahaan itu berkali-kali mendorong KPK, Kepolisian dan Kejaksaan untuk mengkait-kaitkan Siti Fadilah dengan berbagai kasus korupsi yang tidak dilakukannya. “Namun sampai saat ini tidak ada bukti otentik yang bisa mengkaitkan Siti Fadilah dalam kasus-kasus tersebut. Tapi antek-antek asing di Indonesia memilih yang penting bisa melakukan pembunuhan karakter terhadap Siti Fadilah agar bisa menerima uang,” tegasnya.
Jurubicara Pengurus Nasional Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Roy Pangharapan menjelaskan, bahwa semua orang tahu perjuangan Siti Fadilah mati-matian membela kedaulatan bangsa dibidang kesehatan dan kesejahteraan rakyat semenjak sebagai Menteri Kesehatan sampai saat ini.
NAMRU 2 (The US Naval Medical Research Unit Two) adalah sebuah laboratorium militer Amerika di Indonesia yang mempunyai hak istimewa yaitu bisa membawa spesimen, penyakit, virus atau apapun namanya ke luar negeri dengan kekebalan diplomatik sehingga tidak bisa diperiksa.Pada tanggal 16 Oktober NAMRU 2 oleh Siti Fadillah Supari menteri kesehatan saat itu menutup NAMRU memalui Surat penghentian kerja sama dengan nomor 919/Menkes/X/2009. Fadilah menghendaki kerja sama tersebut dihentikan karena tidak mendatangkan manfaat serta tak memberikan keadilan dan kesetaraan. Sejumlah politikus di Senayan juga menuntut hal serupa. Bahkan, dalam kaitan dengan kasus ini, sempat beredar tudingan bahwa Namru-2 melakukan aktivitas intelijen.
"Tetapi sekarang, NAMRU itu hidup lagi" ungkap Joserizal Jurnalis dalam acara Seminar Nasional "Hidup Sehat Ala Nabi" di Masjid Miniatur Baiturrahman Aceh, Kasihan, Bantul. "Menurut intelijen kita, NAMRU dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Tangerang dimana direkturnya adalah suami Menteri Kesehatan sekarang (Endang Rahayu Sedyaningsih, Red)" lanjut Jose.
Menkes Endang Rahayu pernah mengambil 300 sampel darah masyarakat Sukabumi yang ayamnya mati terkena flu burung tetapi masyarakatnya tidak ada satupun yang terkena flu burung. Darah adalah sumber informasi berbagai macam hal, semisal kode ginetik, yang bisa untuk mempelajari apa kelemahan orang Indonesia dan penyakit yang apa gampang ditularkan kepada orang Indonesia.
Seharusnya Siti Fadilah Supari ini adalah pahlawan negara karena menyelamatkan banyak negara dengan menutup NAMRU 2. Tetapi sekarang dia dicari-cari kesalahannya untuk dihukum dan dijatuhkan kredibilitasnya. Jose mengungkapkan ini terjadi karena banyaknya antek-antek asing di semua lini republik ini

NAMRU-2 dan Strategi Perang Pasifik
Wednesday, December 28, 2011
Berbicara NAMRU memang sudah tidak menghangat lagi, ketika bu Endang menjadi menkes, NAMRU dan segala pro kontra keberadaanya di Indonesia menjadi hilang.
Sebenarnya apa tujuan NAMRU ada di Indonesia? Apakah laboratorium milik AS ini bertanggung jawab atas penyebaran Flu Burung di Indonesia? Sejauh ini apa manfaat yang diterima pihak Indonesia dari keberadaan lab yang di kelola angkata Laut Amerika itu sehingga terus dipertahankan?
NAMRU bercokol di Indonesia lebih dari 30 tahun dengan tujuan untuk riset medis dan keilmuan yang berfokus pada penyaki-penyakit tropis. Apakah ini bagian dari strategi Amerika untuk menguasai kawasan jika nanti pecah perang Pasifik #2? Kono Jepang kalah perang Pasifik pada perang dunia II, diakibatkan banyak tentaranya yang mati oleh nyamuk malaria.
Kita ketahui bersama, Naval Medical Research Unit No 2 (NAMRU-2) adalah lembaga riset biologi Amerika di Indonesia yang bekerjasama dengan Rockefeller Institute Amerika. Mereka memiliki program rahasia yang dinamakan Viral Diseases Program (VDP), program riset yang meniliti epidemologi virus demam berdarah, influenza, ensefalitis, dan rickettsioses. Lembaga tersebut diketuai oleh David Rockefeller. Jadi dari awal saya ingin bilang bahwa, NAMRU memang adalah lembaga virus.
NAMRU-2 sering dicurigai membawa misi rahasia Amerika, seperti mengembangkan senjata biologi pemusnah massal. Kecurigaan tersebut sangat berdasar mengingat pidato David Rockefeller saat ia berbicara di hadapan Komisi Trilateral Amerika pada bulan Juni tahun 1991 silam. Rockefeller mengatakan,
"Kami berterima kasih kepada harian Washington Post, harian New York Times, Time Magazine dan media cetak lainnya atas kebijaksanaan mereka mau menepati janji selama hampir empat puluh tahun ini. Kami sendiri tidak mungkin bisa mengembangkan rencana kami untuk dunia jika harus tunduk terhadap peraturan transparasi informasi. Namun saat ini fasilitas kami lebih canggih dan kami siap untuk mendukung Amerika."
Laboratorium NAMRU-2 berada di Indonesia sejak 1975 berdasarkan perjanjian antara Pemerintah Indonesia dengan AS 16 Januari 1971. Keberadaannya sendiri bukan tanpa alasaan. Ini dikarenakan terjadinya wabah penyakit pes di Boyolali 1968 dan karena pemerintah Indonesia belum mampu menanggulangi wabah tersebut maka pemerintah Indonesia meminta bantuan AS.
Alasan inilah yang perlu kita perdalam lebih jauh. Pertanyaannya adalah kenapa harus Amerika dan NAMRU-2-nya yang kemudian hadir menyelesaikan masalah pes ini? Tentu ini bukan tanpa sebab. Naiknya Soeharto menduduki tampuk RI-1 memang tidak lepas atas peran besar Amerika. Sebagai pihak yang berjasa besar dibalik naiknya Soeharto, Amerika merencanakan segala program untuk mengontrol Indonesia baik dari eksploitasi sumberdaya alam seperti Freeport, maupun kesehatan, termasuk Namru. Karena itu tidak heran, kita baru mendengar nama Namru akhir-akhir ini, karena selama ini kegiatan Namru berusaha ditutup rapat-rapat oleh Soeharto dan memiliki otonomi sendiri.
Hal ini terus berlangsung hingga masa pemerintahan SBY. Saya sendiri ikut hadir ketika mantan menteri kesehatan, Siti Fadhilah Supari didapuk menjadi Keynote Speaker dalam acara Kajian Zionisme Internasional, 2009 silam. Disitu, Bu Siti Fadhilah mengatakan sebenarnya rencana pemberhentiaan (atau pencopotan?) dirinya sebagai Menkes sudah berlangsung jauh-jauh hari. Konon, Amerika gerah dengan ulah beliau dalam menguak konspirasi dibalik strategi NAMRU-2 menyebarkan virus di Indonesia.
Siti Fadilah Supari secara terang-terangan melarang semua rumah sakit di Indonesia untuk mengirimkan sampel virus flu burung ke NAMRU. Sebab, kontrak kerjasama dengan Namru telah berakhir sejak Desember 2005.
Dalam bukunya yang berjudul 'Saatnya Dunia Berubah', Siti Fadilah Supari juga menyoroti WHO dan negara asing lainnya memanfaatkan sampel virus flu burung Indonesia untuk dibuat vaksin, yang selanjutnya dijual ke Indonesia dengan harga mahal.
Pada 16 Oktober 2009, pemerintah secara resmi menghentikan kerjasama dengan NAMRU-2. Penghentian kerjasama ditandai dengan sebuah surat. "Dengan hormat, pemerintah Republik Indonesia menyatakan pemberhentian kerjasama," demikian isi surat Siti Fadilah kepada Duta Besar Amerika Serikat, Cameron Hume.
Namun bukan berarti ditutupnya NAMRU-2, strategi Amerika mengendalikan sektor kesehatan Indonesia menjadi berakhir. Pasca ditutupnya NAMRU-2, IUC (Indonesia USAID Center for Biomedical and Public Health Center) digadang-gadangkan mesin baru Amerika di Indonesia dalam bidang kesehatan. Forum baru itu dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan Indonesia dan Departemen Kesehatan Amerika.
Menurut Fahmi AP Pane, Staf Ahli Fraksi PPP DPR RI, kriteria peneliti AS di IUC dan klausul keistimewaan yang dulu diberikan kepada peneliti NAMRU-2, seperti kekebalan diplomatik dan kebebasan bergerak di seluruh wilayah Indonesia, mekanisme transfer material, dan lain-lain juga belum terjelaskan kepada DPR RI dan publik. Padahal, itu tergolong kepentingan publik sebagaimana Pasal 2 Undang-Undang No 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional. Maka kita harus terus memantau pergerakan dari IUC ini.
Terkait strategi perang pasifik, hal itu memang tidak dapat dipungkiri, karena keberadaan Namru-2 sendiri juga berperan sebagai alat diplomasi Amerika di dataran Asia Pasifik. Di Indonesia, NAMRU-2 boleh ditutup, tapi tidak untuk beberapa negara lain di Asia Tenggara, seperti Laos, Singapura, Thailand, dan Kamboja. Mereka terus berjalan hingga detik ini.